Contact Whatsapp081383065864

Pengaruh Pemberian Tempe terhadap Jumlah dan Motilitas Sperma Mencit

Ditulis oleh Administrator pada Senin, 17 Mei 2021 | Dilihat 301kali
Pengaruh Pemberian Tempe terhadap Jumlah dan Motilitas Sperma Mencit

Tempe adalah makanan hasil fermentasi yang sangat terkenal di Indonesia. Tempe yang biasa dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah tempe yang menggunakan bahan baku kedelai. Fermentasi kedelai dalam proses pembuatan tempe menyebabkan perubahan kimia maupun fisik pada biji kedelai, menjadikan tempe lebih mudah dicerna oleh tubuh. Tempe segar tidak dapat disimpan lama, karena tempe tahan hanya selama 2 x 24 jam, lewat masa itu, kapang tempe mati dan selanjutnya akan tumbuh bakteri atau mikroba perombak protein, akibatnya tempe cepat busuk. Spermatogenesis adalah suatu proses kompleks di mana sel germinal yang relative belum berdiferensiasi berproliferasi dan diubah menjadi spermatozoa yang terspesialisasi dan motil, yang masingmasingnya mengandung satu set 23 kromosom yang haploid. Proses spermatogenesis terjadi di dalam tubulus seminiferus, yang pada dindingnya mengandung banyak sel-sel germinal dan selselsertoli. Satu siklus spermatogenesis terdiri atas tiga fase, yaitu: spermatositogenesis, spermatidogenesis, dan spermiogenesis, dan memerlukan waktu 64hari. 


Isoflavon merupakan senyawa estrogenik yang telah dilaporkan memiliki banyak efek kesehatan yang menguntungkan. Tempe kedelai mentah didapati kandungan 3,1 mg isoflavon/gram proteinnya, lebih tinggi daripada tahu mentah atau susu kedelai . Isoflavon memiliki tinggi afinitas untuk Reβ daripada RE dan mungkin memiliki potensi untuk mengaktifkan kedua jalur sinyal estrogen genomik dan non - genomik. Kandungan isoflavon pada kedelai berkisar 2-4 mg/g kedelai. Isoflavon sebagai kandungan senyawa aktif kedelai merupakan salah satu senyawa metabolit sekunder yang disintesis oleh tanaman. Isoflavon termasuk kelompok flavonoid yang mempunyai aktivitas estrogenik potensial. Aktivitas biologi senyawa tersebut tergantung pada struktur kimianya. Jika diperhatikan strukturnya ada kemiripan dengan hormon estrogen. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah adanya penurunan kadar testosteron yang menyebabkan penurunan kualitas spermatozoa yang diperoleh dari hasil penelitian bahwa kadar testosteron dan androestenidion, serta berat prostat pada tikus jantan dewasa Sprague-Dawley yang diberi diet kaya fitoestrogen dalam jangka pendek menurun secara signifikan. Terdapat penurunan yang bermakna kadar hormon testosteron mencit jantan pada pemberian isoflavon dosis 1,26 mg dan penurunan yang bermakna sel spermatid pada pemberian isoflavon dosis 1,26 mg.        


   jika di tarik kesimpulan maka Tempe merupakan sumber protein nabati yang mempunyai nilai gizi yang tinggi daripada bahan dasarnya. Kandungan dalam tempe salah satunya isoflavon mempunyaidampak negatif yang ditimbulkan adalah adanya penurunan kadar testosterone yang menyebabkan penurunan kualitas spermatozoa yang diperoleh dari hasil penelitian yang dikutip dari penelitian Wahyuni R.S (2012).

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Login Member

Lupa Password Daftar Gratis

Kata kunci terpopuler

Tentang Kami

  • Alamat Kami:
    Jl. Murni No. 8 Joglo Jakarta Barat
  • 021-5854876
  • fitfun.catering@yahoo.co.id
Developed by Naevaweb.com
CS 1: Ria
0812 8682 1883
CS 2: Linda
0813 8306 5864
CS 3: Novi
0813 1687 3824