Contact Whatsapp081383065864

Pengaruh Very Low Calorie Diet (VLCD) terhadap Pembentukan Batu Empedu Kolesterol

Ditulis oleh Administrator pada Kamis, 23 September 2021 | Dilihat 159kali
Pengaruh Very Low Calorie Diet (VLCD) terhadap Pembentukan Batu Empedu Kolesterol

Batu empedu adalah penyakit gastrointestinal yang sering terjadi, dan obesitas merupakan salah satu faktor risiko terbentuknya batu empedu kolesterol. Pembentukan batu empedu kolesterol dapat terjadi melalui tiga faktor yaitu supersaturasi kolesterol pada empedu, defek nukleasi, dan motilitas empedu. Motilitas empedu dipengaruhi oleh kemampuan kandung empedu berkontraksi sehingga terjadi pengosongan kandung empedu. Pencernaan makanan menginduksi pengosongan volume k andung empedu sebesar 70-80% dengan stimulasi hormone kolesistokinin (CCK). Gangguan pengosongan lambung dapat memperpanjang waktu empedu berada di dalam kandung empedu. Hal ini dapat memberikan lebih banyak waktu untuk nukleasi kristal kolesterol dari empedu yang supersaturasi.

Catering Sehat

Obesitas merupakan salah satu faktor risikobatu empedu kolesterol.  Oleh karena itu, diet pembatasan kalori direkomendasikan pada pasien obesitas dengan batu empedu untuk menurunkan berat badan. Pembatasan asupan kalori dapat dilakukan dengan pemberian low calorie diet (LCD) atau very low calorie diet (VLCD). Namun penurunan berat badan yang terlalu cepat dengan VLCD dapat mempersingkat waktu nukleasi. Hal ini akan meningkatkan risiko batu empedu. Selain itu, minimnya komposisi lemak dalam VLCD dapat mengganggu motilitas kandung empedu dan akhirnya menyebabkan batu empedu. Oleh karena itu, diperlukan observasi ketat pada pasien yang menjalani VLCD agar tidak menyebabkan batu empedu. Pemahaman yang benar terhadap mekanisme pembentukannya diharapkan mampu memberikan rekomendasi pemberian diet VLCD yang tepat, sehingga menghasilkan keberhasilan terapi yang baik pula. Makalah ini akan membahas pengaruh VLCD terhadap pembentukan batu empedu ditinjau dari metabolisme dan patogenesis serta rekomendasi pencegahannya.

Catering Sehat

Obesitas ditandai dengan peningkatan massa lemak dan peningkatan sekresi kolesterol empedu. Sintesis kolesterol diperkirakan berhubungan dengan lemak tubuh. Sekitar 20 mg kolesterol disintesis setiap penambahan 1 kg lemak tubuh. Sekresi kolesterol yang berlebihan ini menyebabkan supersaturasi empedu.Selain itu, beberapa penelitian melaporkan meningkatnya gangguan motilitas kandung empedu pada obesitas dibandingkan orang kurus. Volume kandung empedu juga dilaporkan meningkat dan pengosongan kandung empedu setelah makan menurun pada obesitas dibandingkan kontrol. Hal ini akan mempercepat pembentukan batu empedu akibat endapankolesterol yang mengalami kristalisasi di kandung empedu. Peningkatan kadar kolesterol darah pada pasien dengan retriksi kalori akan meningkatkan sekresi kolesterol empedu pula karena saluran empedu merupakan satu-satunya jalur eksresi kolesterol, sedangkan sekresi asam empedu dan fosfolipid menurun. Kelebihan kolesterol dibandingkan asam empedu dan fosfolipid dihubungkan dengan mobilisasi cadangan kolesterol perifer.Ketidakseimbangan ini menyebabkan kenaikan saturasi empedu kolesterol pada sekitar 50% kasus penurunan berat badan. Risiko batu empedu meningkat pada penurunan berat badan yang terlalu cepat yaitu lebih dari 1,5 kg per minggu atau dengan VLCD (<800 kkal/hari). Studi lain mengatakan risiko batu empedu juga meningkat 48% pada penurunan berat badan lebih besar dari 25% berat badan awal atau pasien yang menggunakan diet hipokalori setelah operasi.

Catering Sehat

Kesimpulan nya adalah Obesitas merupakan salah satu factor risiko batu empedu, sehingga perlu direkomendasikan program diet penurunan berat badan. VLCD yang merupakan salah satu alternatif diet penurunan berat badan ternyata dapat menginduksi pembentukan batu empedu. Hal ini terjadi melalui penurunan pengosongan kandung empedu akibat minimnya komposisi lemak dalam makanan yang dikonsumsi. Selain itu, penurunan berat badan yang cepat (lebih dari 1,5 kg/minggu) juga dapat menginduksi penurunan sekresi garam empedu dan meningkatkan mobilisasi kolesterol darah. Akibatnya, saturasi kolesterol empedu meningkat. Peningkatan sekresi musin, suatu protein pronukleasi yang terjadi pada penurunan berat badan cepat juga mempercepat nukleasi kolesterol monohidrat. Oleh karena itu, VLCD pada pasien obesitas harus lebih berhati-hati. Komposisi dan pemilihan jenis makro dan mikro nutrien yangtepat dapat mengurangi risiko batu empedu selama penurunan berat badan. Pembatasan jumlah karbohidrat dan polisakarida dengan indeks gilkemik rendah dapat dianjurkan selama VLCD. Protein sebaiknya tinggi protein nabati namun harus tetap dapat mencegah kehilangan massa otot selama penurunan berat badan. Pemberian lemak lebih dari 10 gram dapat memperbaiki pengosongan kandung empedu. Jenis lemak yang dianjurkan adalah PUFA dan MUFA, sedangkan long chain SAFA dan asam lemak trans harus dibatasi. Penggunaan ursodeoxycholic acid (UDCA) terbukti dapat mencegah pembentukan batu empedu selama VLCD.

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Login Member

Lupa Password Daftar Gratis

Kata kunci terpopuler

Tentang Kami

  • Alamat Kami:
    Jl. Murni No. 8 Joglo Jakarta Barat
  • 021-5854876
  • fitfun.catering@yahoo.co.id
Developed by Naevaweb.com
CS 1: Ria
0812 8682 1883
CS 2: Linda
0813 8306 5864
CS 3: Novi
0813 1687 3824